Kesehatan | 23 March 2022

Lindungi Anak dari Virus Covid-19 Saat Kembali Ke Sekolah

Bagikan artikel
E-mail
Facebook
Whatsapp
Twitter
image

Pandemik COVID-19 membuat kita harus lebih waspada terhadap kesehatan diri sendiri dan keluarga. Untuk memberikan upaya proteksi yang optimal kepada orang terdekat, kita perlu memperkaya diri dengan wawasan dan informasi di bidang kesehatan.

Situasi wabah juga dibarengi dengan perubahan kebijakan dari pemerintah. Salah satunya adalah aturan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang segera berlangsung di Indonesia. Untuk bisa beradaptasi dengan kebiasaan normal baru, Ayah dan Bunda bisa membuat rangkaian persiapan untuk buah hatinya sebelum kembali ke sekolah.

Tips Menjaga Kesehatan Anak Saat Sudah Kembali Bersekolah di Tengah Pandemik COVID-19

Salah satu cara untuk bisa bertahan menghadapi krisis kesehatan global saat ini adalah dengan beradaptasi. Selain membekali diri dengan informasi kesehatan terpercaya, kita juga perlu mematuhi protokol kesehatan yang ada.

Jutaan anak di dunia menjadi salah satu pihak yang terdampak dari situasi pandemik. Mereka mengalami banyak perubahan di dalam kehidupannya. Termasuk dengan aturan kebijakan sekolah yang berubah dari Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sampai Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas.

Untuk melindungi si kecil dari ancaman virus di luar sana, Ayah dan Bunda bisa melakukan beberapa persiapan yang matang. Dengan begitu, orangtua juga akan merasa lebih tenang ketika anaknya menimba ilmu dengan aman di sekolah.

1. Membantu memenuhi kebutuhan gizi anak dengan memberikan menu makanan sehat

Dilansir UNICEF, pandemik juga memengaruhi program layanan gizi di Indonesia. Termasuk program deteksi dini dan pengobatan kepada anak-anak yang kurang gizi.

Oleh karena itu, sangat penting untuk orangtua mempersiapkan menu makanan yang sehat dengan nutrisi seimbang di rumah. Upaya ini bisa memperkuat sistem kekebalan tubuh anak di musim wabah yang rentan seperti sekarang. Oh iya, tips ini juga berlaku saat Ayah dan Bunda mempersiapkan bekal makanan untuk dibawa anak ke sekolah.

Selain itu, dikutip dari CDC (Centers for Disease Control and Prevention), orangtua juga bisa meninjau protokol kesehatan yang berlaku di sekolah saat jam makan siang. CDC sendiri menyarankan untuk tetap memperlakukan aturan jaga jarak saat mengantre di kantin, memakai masker setelah makan, dan menyantap makanan di ruangan yang berventilasi atau outdoor space.

2. Beri dukungan moral kepada anak

Sebagai orangtua, kita harus sadar bahwa anak memetik banyak pelajaran dari tingkah laku kita di kehidupan sehari-hari. Karena itulah, di situasi pandemik sekarang ini, cara kita merespons krisis juga sangat penting buat mereka.

Selain menjaga kesehatan fisik anak, orangtua juga harus memastikan bahwa kesehatan mental buah hatinya tetap aman dan terlindungi. Dengarkan keluh kesah anak dengan tenang dan berbicaralah dengan nada yang hangat kepadanya.

Dikutip dari UNICEF, agar anak tetap ceria di situasi pandemik, orangtua perlu memberikan informasi seputar kesehatan dengan cara yang gak membuatnya panik atau stress. Berikan pesan dengan cara yang meyakinkan dan mendorong anak untuk mematuhi protokol kesehatan.

3. Ajari anak tentang pentingnya menjaga kebersihan diri

Menjaga kebersihan adalah salah satu kebiasaan terpenting yang perlu kita bangun di tengah pandemik. Karena itulah, kesadaran untuk menjaga kebersihan diri juga wajib kita tanamkan kepada anak.

Saat sudah kembali ke sekolah, anak akan bertemu banyak orang dan menyentuh banyak objek di lingkungan sekitarnya. Untuk melindungi anak dari virus atau kuman yang menempel, orangtua harus mengajari anak tentang kebiasaan mencuci tangan.

Dilansir dari CDC, anak perlu dibiasakan untuk mencuci tangan menggunakan hand wash atau hand sanitizer sebelum dan setelah menyentuh barang yang sifatnya sharing dengan teman-temannya. Misalnya seperti perlengkapan menulis atau alat-alat kesenian di kelas.

Cara menanamkan kebiasaan ini pun gak sulit lho, Ayah dan Bunda. Dikutip dari Mayo Clinic, orangtua bisa mempraktikkan kebiasaan mencuci tangan di rumah sesuai anjuran WHO. Sambil mengajarkan, orangtua bisa menjelaskan alasannya.

Selain itu, orangtua bisa menyebutkan contoh kasus ketika anak harus membersihkan tangannya dan gak sembarangan menyentuh area wajah. Seperti sebelum dan sesudah makan, setelah batuk atau bersin, setelah membenarkan masker wajah, sehabis menggunakan toilet, dan setelah pulang dari bepergian.

Agar perlawanan terhadap virus atau bakteri yang menempel di tangan bisa lebih optimal. Ayah dan Bunda bisa gunakan sabun dengan extra layer of protection. ‘Sabun cuci tangan Biodef Mint + Yuzu’ diklaim mampu intensif membersihkan kulit dengan kandungan alami yang lembut dan aman untuk kulit sensitif.

Ayah dan Bunda tertarik mencobanya? Sabun cuci tangan Biodef sudah bisa dibeli di Shopee, lho.

4. Jelaskan kepada anak tentang pentingnya mematuhi aturan pakai masker dan menjaga jarak

Sebelum kegiatan PTM dilakukan, orangtua bisa melakukan riset terlebih dahulu seputar kurikulum pembelajarannya. Apakah ada kegiatan ekstrakurikuler atau pelajaran olahraga? CDC memiliki beberapa saran terkait dengan keselamatan anak saat melakukan aktivitas itu.

Dilansir CDC, masker wajah harus digunakan selama melakukan kegiatan olahraga indoor atau aktivitas lainnya yang berlangsung di dalam ruangan. Contohnya seperti kegiatan band, paduan suara, teater, dan sebagainya.

CDC juga menyarankan agar anak tetap memakai maskernya saat beraktivitas di luar ruangan. Terutama apabila ada risiko kontak fisik yang lebih tinggi di tengah kegiatan yang ramai.

5. Guru dan orangtua bisa bekerja sama untuk menciptakan rutinitas sekolah yang aman dan nyaman untuk anak-anak

Untuk mendukung sistem pembelajaran yang lebih aman, orangtua dan guru memegang peranan penting untuk melindungi anak-anak. Salah satunya adalah membuat rutinitas baru yang disesuaikan dengan protokol kesehatan.

Dilansir dari UNICEF, anak-anak bisa melakukan kegiatan kesenian yang membantu mereka mengekspresikan emosi negatif yang mungkin mereka rasakan selama ini. Hal ini pun memiliki dampak positif bagi kesehatan mental mereka.

Saran lain ditulis oleh Healthy Children, pihak sekolah perlu mempertimbangkan beberapa hal. Mulai dari menerapkan aturan jaga jarak saat waktu istirahat, membuka setiap pintu ruangan untuk mengurangi kemungkinan anak menyentuh gagang pintu bersamaan, serta meningkatkan sirkulasi udara di dalam ruangan.

Itu dia tips-tips penting yang perlu diterapkan oleh orangtua agar anak bisa tetap aman dan nyaman saat kembali bersekolah. Semoga anak senantiasa sehat dan ceria, ya!

Dapatkan berbagai informasi menarik dan promo spesial untuk Moms dan keluarga di rumah dari Biodef. Daftar sekarang!